Dengan menulis ini, saya ingin bercerita tentang latar belakang alasan saya memilih pasangan laki-laki Turki yang tinggal di Safranbolu.
Ceritanya berawal dari 10 tahun yang lalu ketika saya baru mengenal yang namanya dunia maya yang jadi dunia di luar kampung halaman saya dan tempat saya menimba ilmu, ketika saya berkenalan dengan si dia. Dan (belahan) dunia itu adalah Turki, negara pertama yang saya sangat penasaran sekali untuk cari info sebanyak-banyaknya, hanya gara-gara sewaktu kecil kalau ada yang nanya asal saya dari mana, sama kakek saya teh saya sering dibilang orang Turkı yang dalam Bahasa Sunda merupakan singkatan dari TUrunan KIdul yang kalau dalam Bahasa Indonesia mah artinya mungkin kurang lebih = asal dari daerah selatan. Si dia ini nih yang tanpa bisa saya sentuh wujudnya yang hanya bisa saya lihat perawakannya di layar monitor dan saya dengar suaranya membuat saya dengan kagumnya ngomong ke diri saya sendiri 'Oh, ternyata negara ini benar-benar ada, bukan sekedar dari kata kakek saya, bukan sekedar kata buku...ohhhhhh..nooo...saya lg ngomong sama orang Turki sekarang.' Terus saya teh dengan semangatnya dan membabi buta nanya ini itu ke si dia. (berhenti ngetik sejenak, natap langit-langit rumah sambil senyum-senyum sendiri inget kejadian dulu-dulu)
(Nge-rewind memori otak) Pszzzttt....Eeeee..., kita lagi berbicara yang berkaitan dengan judul ya sodara-sodara, bukan tentang bagaimana kisah kasih kami berdua. Itu mah diceritainnya nanti dengan judul yang lain. (kembali masang muka serius)
Nah, selanjutnya, ketika saya berselancar tentang Turki di dunia maya ini, saya malah bengong alias melongo alias kerung (mengernyitkan dahi-kebiasaan saya yg ga ilang-ilang sampe sekarang kata temen2 yg kenal saya mah) karena lebih banyak mendapatkan informasi tentang kota-kota besar yang lain seperti Istanbul, Ankara, Bursa, dan lain sebagainya. Memang ada sih beberapa artikel tentang Safranbolu tapi tidak sampai bisa memuaskan dahaga saya tentang kota ini yang padahal mah kata mbah google teh da Safranbolu teh masuk ke daftar UNESCO. Nih saya bagi linknya buat yang pengen tahu kenapa Safranbolu teh dimasukkan dalam daftar UNESCO
http://whc.unesco.org/en/list/614
Itu cerita 10 tahun yang lalu. Nah, lain dulu lain sekarang. Sekarang saya sudah menetap di Safranbolu. Sekarang saya sudah lebih banyak tahu tentang Safranbolu. Sekarang saya sudah sedikit bisa lebih mengerti kenapa saya sebegitu tertariknya dengan si dia yang dari Safranbolu.
Semuanya hanya gara-gara rumah dan 'rumah' (dalam bahasa inggris: home) dan lingkungan sekitar rumah. Rumah yang strukturnya dibangun seperti struktur-struktur rumah di Safranbolu. Rumah yang menjadi tempat awal, wilayah yang paling pribadi yang memiliki ruang-ruang yang umumnya memang tidak dibangun untuk kepentingan khalayak ramai seperti lapangan ataupun tempat ibadah, yang menjadi simbol apa yang membentuk saya sehingga saya menjadi siapa saya yang begini dan begitu.
Bagi Anda yang tidak memiliki alasan yang sama seperti saya tapi Anda ingin tahu lebih banyak tentang apa sajakah yang ada di Safranbolu, ini saya share beberapa link yang bisa membantu Anda untuk mencari informasi lebih banyak:
http://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g298009-Safranbolu-Vacations.html
http://wikitravel.org/en/Safranbolu
http://www.turkeytravelplanner.com/go/CentralAnatolia/Safranbolu/
Bagi saya pribadi, Safranbolu memang hanya cocok bagi mereka yang ingin melakukan Wisata Arsitektur dan atau bagi mereka yang bermaksud tinggal untuk mempelajari struktur-struktur dibangunnya sebuah rumah yang (sangat) kokoh hingga mampu bertahan lama dan mampu meninggalkan kesan 'mencengkram' yang sangat dalam. Kenapa? boleh dibaca informasinya di link ini
http://www.kultur.gov.tr/EN,32824/safranbolu-houses.html
Saat ini, saya masih tinggal di Safranbolu, dan saya masih mempelajari rumah dan 'rumah' saya. Bagi yang mau berkunjung, sedang merencanakan untuk berkunjung, atau sedang merencanakan wisata arsitektur ni, kami dengan senang hati membantu siapa-siapa saja yang meminta bantuan kami. Tidak perlu sungkan mengontak saya ya.
Salam dari Safranbolu.
No comments:
Post a Comment